Variable Fonts: Satu Font, Tak Terhingga Gaya.
- Administrator
- 33 Kali Dilihat
- 0 Komentar

Variable Fonts: Satu Font, Tak Terhingga Gaya
Pernahkah kamu merasa frustrasi saat mendesain dan harus memilih font yang berbeda untuk setiap variasi tipografi yang kamu inginkan? Tebal, miring, lebar, sempit – semuanya membutuhkan file font terpisah. Bayangkan kerumitan mengelola puluhan file font hanya untuk satu proyek! Belum lagi masalah performa website yang melambat karena terlalu banyak font yang harus diunduh.
Nah, di sinilah Variable Fonts hadir sebagai pahlawan. Teknologi ini menawarkan solusi revolusioner: satu file font yang dapat memuat berbagai gaya. Dengan Variable Fonts, kamu bisa mengontrol berat, lebar, kemiringan, dan parameter lainnya dari sebuah font secara dinamis, langsung di browser atau software desainmu. Bayangkan betapa ringkas dan fleksibelnya!
Kenapa Variable Fonts Penting?
Sebelum kita menyelam lebih dalam, mari kita pahami mengapa Variable Fonts menjadi game-changer:
- Performa Website Lebih Cepat: Mengurangi jumlah file font yang harus diunduh secara signifikan, sehingga mempercepat loading website dan meningkatkan pengalaman pengguna.
- Fleksibilitas Desain Tanpa Batas: Memberikan kebebasan untuk menyesuaikan tipografi secara detail dan menciptakan desain yang unik dan personal.
- Ukuran File Lebih Kecil: Mengurangi ukuran file font secara keseluruhan dibandingkan dengan menggunakan banyak font statis.
- Responsif Alami: Memungkinkan tipografi untuk beradaptasi secara otomatis dengan berbagai ukuran layar dan perangkat.
Bagaimana Cara Kerja Variable Fonts?
Variable Fonts bekerja dengan menggunakan konsep "axes" (sumbu). Setiap axis mewakili parameter desain yang dapat divariasikan, seperti:
- Weight (wght): Ketebalan font (misalnya, 100 untuk Extra Light hingga 900 untuk Black).
- Width (wdth): Lebar karakter (misalnya, 50% untuk Condensed hingga 200% untuk Expanded).
- Italic (ital): Kemiringan font (biasanya On atau Off).
- Oblique (slnt): Sudut kemiringan (dalam derajat).
Selain axis standar, Variable Fonts juga dapat memiliki axis kustom yang didefinisikan oleh desainer font. Ini memungkinkan kemungkinan variasi yang tak terbatas!
Menggunakan Variable Fonts di Website
Sekarang, mari kita lihat bagaimana cara menggunakan Variable Fonts di website kita. Ada dua cara utama:
1. Menggunakan CSS @font-face
Cara ini melibatkan penambahan deklarasi @font-face di file CSS kita, sama seperti saat kita menggunakan font biasa. Namun, ada beberapa perbedaan penting.
Langkah 1: Impor Font Variable
Pertama, kita perlu mengimpor file font variable kita. Kita bisa meng-host font sendiri atau menggunakan layanan seperti Google Fonts.
@font-face {font-family: 'MyVariableFont';src: url('MyVariableFont.woff2') format('woff2 supports variations'), url('MyVariableFont.woff2') format('woff2-variations');font-weight: 100 900; /* Mendefinisikan rentang berat yang didukung */font-stretch: 50% 200%; /* Mendefinisikan rentang lebar yang didukung */font-style: normal; /* Bisa juga italic */}Penjelasan:
font-family: Nama yang akan kita gunakan untuk memanggil font ini di CSS kita.src: URL ke file font variable kita. Perhatikan penggunaanformat('woff2 supports variations')danformat('woff2-variations')untuk memastikan dukungan browser yang optimal.font-weight: Mendefinisikan rentang berat yang didukung oleh font variable ini. Dalam contoh ini, kita mendukung berat dari 100 hingga 900.font-stretch: Mendefinisikan rentang lebar yang didukung. Dalam contoh ini, kita mendukung lebar dari 50% hingga 200%.font-style: Mendefinisikan gaya font, bisa normal atau italic.
Langkah 2: Terapkan Font ke Elemen HTML
Setelah kita mengimpor font, kita bisa menerapkannya ke elemen HTML kita menggunakan properti font-family, font-weight, dan font-stretch.
.my-element {font-family: 'MyVariableFont';font-weight: 400; /* Berat normal */font-stretch: 100%; /* Lebar normal */}.my-element--bold {font-weight: 700; /* Berat tebal */}.my-element--condensed {font-stretch: 75%; /* Lebar dipersempit */}Penjelasan:
- Kita menggunakan
font-familyuntuk menentukan font yang akan digunakan. - Kita menggunakan
font-weightuntuk mengatur berat font. Perhatikan bahwa kita bisa menggunakan nilai numerik dalam rentang yang kita definisikan di@font-face. - Kita menggunakan
font-stretchuntuk mengatur lebar font. Sama sepertifont-weight, kita bisa menggunakan nilai persentase dalam rentang yang kita definisikan di@font-face.
2. Menggunakan CSS font-variation-settings
Cara ini memberikan kontrol yang lebih detail atas axis individual dari font variable kita. Kita menggunakan properti font-variation-settings untuk mengatur nilai setiap axis.
.my-element {font-family: 'MyVariableFont';font-variation-settings: 'wght' 400, 'wdth' 100; /* Berat 400, Lebar 100% */}.my-element--bold {font-variation-settings: 'wght' 700; /* Hanya mengubah berat menjadi 700 */}.my-element--condensed {font-variation-settings: 'wdth' 75; /* Hanya mengubah lebar menjadi 75% */}Penjelasan:
font-variation-settings: Properti ini mengambil daftar pasangan nilai-axis. Setiap pasangan terdiri dari tag axis (misalnya,'wght'untuk weight,'wdth'untuk width) dan nilai yang sesuai.- Kita bisa mengubah beberapa axis sekaligus dengan memisahkan pasangan nilai-axis dengan koma.
Kelebihan Menggunakan font-variation-settings:
- Kontrol yang lebih detail atas setiap axis.
- Kemampuan untuk menggunakan axis kustom yang didefinisikan oleh desainer font.
Contoh Nyata: Google Fonts
Google Fonts menawarkan banyak Variable Fonts yang bisa kamu gunakan secara gratis. Berikut adalah contoh cara mengimpor dan menggunakan Variable Font dari Google Fonts:
- Buka Google Fonts dan cari font variable yang kamu suka.
- Klik pada font tersebut dan pilih axis yang ingin kamu gunakan.
- Salin kode yang diberikan oleh Google Fonts dan tempelkan di file HTML atau CSS kamu.
Misalnya, untuk menggunakan font "Roboto Flex", kamu bisa menambahkan kode berikut ke file HTML kamu:
<link rel="stylesheet" href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Roboto+Flex:wght@100..1000&display=swap">Kemudian, kamu bisa menggunakan font tersebut di CSS kamu:
body {font-family: 'Roboto Flex', sans-serif;font-weight: 400;}h1 {font-family: 'Roboto Flex', sans-serif;font-weight: 700;}Tips dan Trik Menggunakan Variable Fonts
- Gunakan fallback fonts: Selalu sediakan fallback fonts (misalnya,
sans-serifatauserif) jika browser tidak mendukung Variable Fonts. - Uji di berbagai browser: Pastikan Variable Fonts kamu berfungsi dengan baik di berbagai browser dan perangkat.
- Optimalkan ukuran file: Gunakan alat kompresi font untuk mengurangi ukuran file Variable Fonts kamu.
- Eksplorasi axis kustom: Jangan takut untuk bereksperimen dengan axis kustom yang didefinisikan oleh desainer font.
Kesimpulan
Variable Fonts adalah teknologi revolusioner yang menawarkan fleksibilitas, efisiensi, dan performa yang tak tertandingi dalam tipografi web. Dengan memahami cara kerja Variable Fonts dan bagaimana menggunakannya di website kamu, kamu dapat menciptakan desain yang lebih menarik, responsif, dan optimal.
Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah bereksperimen dengan Variable Fonts sekarang dan rasakan sendiri manfaatnya! Dan jika kamu sedang mencari inspirasi atau ingin menemukan bisnis yang menawarkan layanan desain dengan Variable Fonts, jangan lupa kunjungi Multibisnisindo, direktori bisnis terpercaya dan terintegritas.
Konsultasi Desain Tipografi Sekarang!Menghadirkan Solusi Digital Kreatif Melalui Website untuk Bisnis Jasa Online Masa Depan
Membangun Fondasi Digital yang Kuat untuk Bisnis Jasa Online Di era digital saat ini, memiliki website yang tidak hanya menarik tetapi...
Inovasi Web Kreatif untuk Mendukung Perkembangan Bisnis Jasa Online di Era Digital
Membangun Kehadiran Digital yang Kuat Lewat Website Bisnis Jasa Online Kehadiran digital yang kuat adalah aspek penting bagi bisnis jasa online...
